Picture 002

Pengendalian kekeringan terintegrasi pada tanaman jagung

Budidaya jagung di musim kemarau

1. Pendahuluan

Pada pertanaman padi sawah yang terencana atau terjadwal, kasus2 kekeringan yang terjadi kadang2 di luar perkiraan sebelumnya karena adanya masalah yang tidak terduga yang menyebabkan suplai air berhenti tiba2, seperti jaringan irigasi rusak, debit air turun drastis yang diperparah oleh curah hujan yang sangat rendah. Pada tanaman jagung, resiko kekeringan sedikit banyak sudah bisa diperhitungkan, karena memang dilakukan pada lahan kering atau pada lahan sawah yang tidak mendapat jatah irigasi,   sehingga kasusnya sering dianggap wajar. Continue reading

Dry6

Pengendalian kekeringan terintegrasi pada tanaman padi sawah

 1. Pendahuluan:

Kasus gagal panen tanaman padi sawah akibat kekurangan air hampir terjadi setiap tahun dengan berbagai alasan, seperti adanya perbaikan jaringan irigasi, debit air bendung sangat rendah ditambah dengan rendahnya curah hujan pada saat musim kemarau, terlebih kemarau panjang.  Selama ini, upaya2 yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini sifatnya masih insidentil, yaitu pada saat suplai air sudah sangat terbatas atau bahkan berhenti dan  proses kekeringan sudah dimulai, sehingga upaya yang dilakukan juga sangat terbatas yaitu  sekedar mencari suplai air alternatif seperti membuat sumur bor atau menaikkan air dari sumber2 alam. Upaya2 tersebut selain berbiaya cukup tinggi juga tidak selalu bisa menyelesaikan masalah, disamping tidak semua lokasi mempunyai sumber air alam cukup untuk dipompa dan tidak semua petani punya kemampuan untuk itu. Continue reading

Tikusminum

Kearifan lokal di dalam mengendalikan tikus

Pendahuluan

Sudah tidak terhitung lagi upaya, tenaga, pikiran dan biaya yang telah dihabiskan untuk melakukan penelitian, percobaan sampai dengan gerakan masal pengendalian tikus  tetapi  permasalahan dengan hama tikus seolah  tidak pernah berkurang. Sudah banyak teknologi ataupun metoda yang diklaim mampu mengendalikan populasi tikus tetapi hampir semua tidak berlanjut di tingkat petani. Continue reading

Tikus2

Dinamika populasi tikus di hamparan sawah teknis

Pendahuluan

Di dalam konteks teknologi pengendalian dan pengelolaan hama tikus di hamparan sawah, berbagai upaya, teknologi atau apapun namanya yang bertujuan untuk mengurangi populasi dengan jalan membunuh tikus dengan berbagai cara  ataupun dengan cara menghalangi dan mengusir selama ini tidak pernah memberikan hasilnya yang nyata dalam arti bisa diterapkan petani dan berkelanjutan. Continue reading

sehat

Pengendalian Hama Terpadu Padi

PENGELOLAAN SISTEM PENGENDALIAN HAMA TERINTEGRASI DI DALAM BERCOCOK TANAM PADI

1. Pendahuluan                                                                    

Berdasarkan pada sistematika hama sekunder, sistematika penyakit  tanaman dan sistem pengendalian hama terpadu, penerapan konsep Pengendalian Hama Terpadu sebagai cara pengendalian  organisme pengganggu  pada tanaman padi menjadi relatif lebih mudah dan lebih terarah dan dengan sasaran  yang lebih jelas. Di dalam pelaksanannya, penerapan pengendalian hama terpadu juga menjadi lebih sederhana, karena berupa  kegiatan bercocok tanam sebagaimana biasa, hanya saja disertai upaya2 untuk menekan kehidupan berbagai organisme  pengganggu tanaman Continue reading

WPPWC

Kompetisi antar herbivora

Competitive displacement among arthropods

Pendahuluan

Di dalam dunia hama tanaman pangan dan hortikultura ada satu fenomena yang didalam banyak pustaka dikenal  sebagai  Competitive displacement  yang bisa diartikan sebagai  kompetisi berebut ruang, karena  dari peristiwa tersebut yang terjadi dan bisa diamati adalah hilangnya suatu jenis hama dari satu ruang habitat dan dengan sangat cepat digantikan oleh jenis hama yang lain yang lebih ganas dan lebih sulit penanggulangannya atau bisa juga datangnya satu jenis hama menggeser keberadaan hama lain yang habitatnya sama. Continue reading

human-error

Human error di dalam kasus wereng batang padi

Sampai saat ini, dari setiap kasus serangan wereng batang padi hampir  tidak pernah ada penjelasan yang berarti mengenai masalah mendasar yang menjadi penyebabnya  sehingga praktis tidak ada solusi yang realistis dan kasus demi kasus  terus berulang, bahkan sampai  yang bersifat meluas dan berkepanjangan.  Yang muncul hanya sekedar opini atau statement untuk mencari kambing hitam dan tidak pernah menyelesaikan masalah. Sebagai contoh, untuk faktor penyebab adalah cuaca ekstrim, perubahan cuaca,  varitas peka, penanaman monokultur, ketahanan patah, perubahan biotip, wereng kebal racun dll., sedangkan solusinya adalah gilir varitas/varitas tahan, rotasi tanaman, gilir varitas, tanam serempak dll., yang pada dasarnya tidak realistis. Continue reading

brown-planthopper-macroptera

Wereng Batang Punggung Putih

A. Pendahuluan

Sebagai salah satu organisme pengganggu tanaman padi yang sangat potensial di Propinsi Lampung atau mungkin juga di tempat lain, WBPP tidak sepopuler WBC   atau bahkan hampir tidak dikenal oleh petani maupun petugas perlindungan tanaman.  Selama ini setiap kasus serangan wereng batang selalu digeneralisir sebagai wereng coklat, sedangkan  diantara keduanya terdapat perbedaan yang sangat prinsip dimana perbedaan ini berhubungan dengan penanganannya yang sama sekali berbeda. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan  umum maupun berbagai pustaka  yang  menganggap hama ini hidup hanya pada fase pertumbuhan awal serta tidak menularkan virus, sehingga kesan yang muncul adalah wereng punggung putih tidak berbahaya. Continue reading

rokan

Pengendalian Penggerek Batang Padi

Sebagai salah satu komponen dari Sistem Pengendalian Hama Terpadu, peran insektisida kimia untuk mengendalikan populasi penggerek batang masih relatif  besar, terutama pada daerah yang memang endemik penggerek batang. Mengingat penggunaan insektisida bagaimanapun beresiko dengan penambahan biaya produksi, gangguan kesehatan dan pencemaran lingkungan, setiap tindakan aplikasi insektisida diupayakan bisa memberikan hasil yang nyata, yaitu rendahnya kerusakan tanaman atau gejala serangan dan tingkatan produksi yang wajar. Continue reading